Thursday, 10 March 2016

Penting Bahaya Virus Zika

 Image result for bahaya virus zika
Bagi sebagian orang, virus Zika masih terdengar asing. Guna menambah pengetahuan Anda mengenai apa dan bagaimana virus Zika menginfeksi, berikut lima fakta virus Zika.


1. Apa itu Zika dan mengapa begitu serius?

Virus Zika merupakan flavivirus, bagian dari keluarga yang sama seperti sakit kuning, virus West Nile, chikungunya, dan demam berdarah. Bedanya, hingga saat ini belum ada vaksin untuk mencegah dan obat untuk mengobati penderita yang terkena virus baru ini.

Virus Zika menyita perhatian dunia karena dapat menyebabkan  microcephaly, yaitu gangguan neurologis yang mengakibatkan bayi terlahir dengan kepala abnormal berukuran lebih kecil. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kematian, meski jarang terjadi.

Di Brasil, tercatat 4 ribu kasus bayi terlahir dalam keadaan microcephaly karena sang ibu terjangkit virus Zika. Bahkan pada 2014, terdapat 46 dari 146 kasus ibu hamil yang terjangkit virus Zika berujung pada kematian.

Sementara, bayi yang lahir dengan kondisi microcephaly sudah ditemukan di Amerika Serikat dan Hawaii. Hal itu disebabkan saat hamil, si ibu pernah berpergian ke Brasil.

Selain itu, di Illinois, dua wanita hamil yang bepergian ke Amerika Latin telah dinyatakan positif terjangkit Zika. Saat ini, petugas kesehatan sedang memantau kondisi dua wanita hamil tersebut.

CDC juga meminta dokter kandungan memantau perkembangan janin melalui ultrasonografi dan melakukan pengujian terhadap wanita hamil setelah bepergian ke salah satu dari 23 negara yang terjangkit virus Zika.

Tidak hanya menyebabkan microcephaly, virus Zika di beberapa negara juga dikatikan dengan sebuah wabah yang lebih kecil dari Sindroma Guillain-Barre, yakni gangguan autoimun yang dapat menyebabkan kelumpuhan.


2. Bagaimana Zika menyebar?

Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Gigitan nyamuk tersebut  menginfeksi dan menyebar kepada orang lain jika nyamuk menggigit orang berebda.

Pada kebanyakan orang, ada beberapa gejala yang pada umumnya dirasakan saat mulai terjangkit virus Zika, yaitu demam, sakit kepala, ruam, dan mata menjadi merah.

Pada kenyataannya, 80 persen dari orang yang terinfeksi tidak menyadari bahwa mereka terjangkit virus tersebut, terutama ketika menyerang wanita hamil. Bahkan, sekarang virus tersebut mampu melewati ketuban bayi.

"Sekarang kita tahu, janin dapat terinfeksi virus. Ini bukan hal baru untuk penyakit menular, tapi tergolong baru untuk virus ini," jelas direktur Direktur CDC's Division of Vector-Borne Diseases Dr Lyle Petersen.

"Ini adalah situasi yang sangat luar biasa. Sebab, flavivirus lain tidak melakukannya. Tidak juga pada demam berdarah, West Nile, atau chikungunya," ucap Dr Anthony Fauci, menimpali.

Gawatnya, virus Zika tidak hanya ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegypti. CDC mengatakan, ada beberapa kasus penularan virus terjadi saat transfusi darah, proses laboratorium, dan hubungan seksual.
Tidak hanya itu, Zika juga telah ditemukan dalam ASI. Tapi, belum ada bukti bahwa bayi dapat tertular melalui ASI yang diberikan ibunya saat menyusui.

Untuk kasus penyebaran lewat hubungan seks, hal itu terjadi di Polinesia, Prancis, pada 2013. Sampel sperma seorang pria Tahiti berusia 44 tahun terbukti positif terjangkit Zika, meski tidak ditemukan pada pengujian darah.

Lima tahun sebelumnya, pada 2008, ahli mikrobiologi Colorado bernama Brian Foy juga terjangkit Zika setelah melakukan perjalanan ke Senegal. Beberapa hari kemudian, istrinya ikut terjangkit penyakit, meski sang istri tidak pernah bepergian ke wilayah yang terkena wabah Zika.


3. Peta penyebaran virus Zika saat ini

CDC mengatakan, virus Zika saat ini beredar di negara Barbados, Bolivia, Brasil, Tanjung Verde, Kolombia, Republik Dominika, Ekuador, El Salvador, Guyana Perancis, Guadeloupe, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Martinique, Meksiko, Panama, Paraguay, Puerto Riko, Saint Martin, Suriname, Samoa, Kepulauan Virgin, Amerika Serikat, dan Venezuela.

Zika mulai memasuki wilayah Amerika Serikat karena dibawa oleh wisatawan yang kembali dari daerah yang terinfeksi.

Namun, apakah penyakit yang dibawa oleh manusia bisa menyebabkan masyarakat lokal terinfeksi virus tersebut? Jika nyamuk Aedes Albopictus atau nyamuk Macan Asia dan Aedes Aegypti dapat mentransmisikan virus Zika, maka ada kemungkinan virus tersebut juga akan menyebar di Amerika Serikat.


4. Apa yang harus dilakukan untuk melindungi diri dari Zika?

Dengan belum adanya pengobatan atau vaksin yang tersedia, satu-satunya perlindungan terhadap Zika adalah menghindari perjalanan ke daerah-daerah yang terjangkit virus tersebut.

Jika Anda tetap akan melakukan perjalanan karena sesuatu hal, CDC menyarankan penggunaan obat anti nyamuk, memakai celana dan kemeja lengan panjang cukup tebal untuk mencegah gigitan nyamuk, tidur di ruangan berpendingin, dan menggunakan kelambu.

Jika Anda mulai terinfeksi Zika, Anda dapat mencegah penyebaran kepada orang lain dengan menghindari gigitan nyamuk selama minggu pertama.

Virus Zika pada umumnya dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti betina yang lebih agresif siang hari hingga senja. Oleh karena itu, perlu menjaga pintu rumah tetap tertutup untuk mencegah nyamuk Aedes Aegypti betina masuk ke rumah dan kamar hotel. Jika itu tidak mungkin, coba berlindung di dalam kelambu.


5. Apa yang dilakukan untuk menghentikan Zika?

Para peneliti hingga saat ini masih bekerja keras di laboratorium di seluruh dunia mencoba membuat vaksin Zika. Namun, Anda dapat menerapkan teknik pengendalian nyamuk secara tradisional seperti penyemprotan pestisida, tidak membuat genangan air pada pot dan ember guna mengurangi tempat nyamuk berkembang biak.

Selain itu, cara lain yang sedang dilakukan oleh peneliti yaitu dengan mengurangi populasi nyamuk. Perusahaan dari Inggris, Oxitec, sedang berusaha membuat cara lain untuk membasmi Zika yaitu memodifikasi genetik nyamuk jantan atau dikenal nyamuk mutan (OX513A ).

OX513A dirancang untuk menghentikan penyebaran Zika dengan melewati sepanjang gen yang membuat keturunannya mati. Nantinya, setiap OX513A membawa penanda fluorescent, sehingga ia dapat dilacak oleh para ilmuwan.

Oxitec mengklaim bahwa cara ini sudah dicoba dan terbukti ampuh menurunkan populasi nyamuk penyebar virus Zika. Hal itu terlihat dari tahapan uji coba lapangan di Brasil pada 2011 yang sangat sukses.
Menurut Oxitec, OX513A mampu menghilangkan hingga 99 persen populasi nyamuk. Bahkan, pada 2014 pengujian kembali dilakukan di daerah Pedra Branca, Brasil. Hasilnya, 92 persen sukses. Serangkaian pengujian juga telah dilakukan di Kepulauan Cayman, Malaysia, dan Panama.

Tahun lalu, Oxitec mengumumkan rencana membangun fasilitas produksi OX513A nyamuk di Piracicaba, Brasil. Cara ini diyakini dapat melindungi 300 ribu warga dari serangan virus Zika.

No comments:

Post a Comment