Thursday, 10 March 2016

Kista Ovarium



 Image result for kista ovarium

A.     Kista Ovarium
I.    Pengertian :                                                                                            
Kista ovarium adalah pertumbuhan sel yang berlebihan / abnormal pada ovarium yang membentuk seperti kantong

II. Pembagian tumor ovarium :
a.      Tumor Nonneoplastik.
1)      Tumor akibat radang
2)      Tumor lain :
·          Kista folikel
·          Kista korpus luteum
·          Kista lutein
·          Kista inklusi germinal
·          Kista endometrium
·          Kista stein – Leventhal.

b.      Tumor neoplastik
1)    Tumor Jinak
a) Tumor Kistik
·          Kistoma ovari simpleks
·          Kistadenoma ovari serosum
·          Kistadenoma ovari musinosum
·          Kista endimetroid
·          Kista dermoid.
b) Tumor Solit
·         
4
4. Fibroma, leiomioma, fibroadenoma, papiloma, angioma, linfangioma.
·          Tumor brenner
·          Tumor sisa adrenal
2)      Tumor ganas Ovarium.

III.     Gambaran klinik tumor ovarium
     Pertumbuhan tumor ovarium dapat memberikan gejala karena besarnya, terdapat perubahan hormonal atau penyulit yang terjadi.
            Timor jinak ovarium yang diameternya kecil sering ditemukan secara kebetulan dan tidak memberikan gejala klinis yang berarti.

            Gejala akibat tumor ovarium dapat dijabarkan sebagai berikut :
1.      Gejala akibat pertumbuhan
§  Menimbulkan rasa berat diabdomen bagian bawah.
§  Mengganggu miksi atau defekasi.
§  Tekanan tumor dapat menimbulkan obstipasi atau oderma pada tungkai bawah.
2.      Gejala akibat perubahan hormonal
      Ovarium merupakan sumber hormone utama wanita, sehingga bila menjadi tumor menimbulkan gangguan terhadap patrun menstruasi. Tumor sel granulose dapat menimbulkan hipermenorea, sedang tumor arhenoblastoma menimbulkan amenorea.
3.      Gejala klinik akibat vkomplikasi yang terjadi pada tumor
a. Perdarahan intra – tumor
§  Perdarahan, menimbulkan gejala klinik nyeri abdomen mendadak dan memerlukan tindakan yang cepat.
b. Perputaran pada tungkai
§  Tumor bertangkai sering terjadi perputaran tangkai secara perlahan sehingga tidak banyak menimbulkan rasa nyeri andomen
§  Perputaran tangakai mendadak menimbulkan rasa nyeri abdomen mendadak dan segera memerlukan tindakan medis.
c.       Terjadi infeksi pada tumor
§  Karena suatu hal terjadi infeksi kista ovarium sehingga menimbulkan gejala infeksi, yaitu badan panas, nyeri pada abdomen menggangu aktifitas sehari – hari.
d.      Robekan dinding kista
      Pada torsi tungkai kista ada kemungkana terjadi robekan sehingga isi kista tumpah keda;lam ruangan abdomen.
e.      Degenerasi ganas kista ovarium :
§  Kista pada usia sebelum menarche
§  Kista pada usia diatas 45 tahun
4.      Sindrom meigs
Sindro yang diketemukan oleh meigs menyebutkan terdapat fibroma ovarii. Asites, dan hidrotoraks. Dengan tindakan opwerasi fibroma ovarii, maka sindrom akan hilang dengan sendirinya.

IV.     Diagnosis kista ovarium
Pembesaran pada abdomen bagian bawah merupakan salah atu keluhan yang mendorong wanita untuk melakukan pemeriksaan . Tumor ovarium dibedakan saat melakukan pemeriksaan dalam. Menghadapi tumor jinak varium perlu dilakukan pemeriksaan tentanag kosistensi, besar permukaannya dan sebagainya.
Disamping itu perlu dilakukan diagnosis banding :
1.      Kehamilan
§  Terlambat bulan
§  Gejala hamil muda
§  Terasa gerakan janin atau balotment
§  Hasil pemeriksaan laboratorium mendukung

2.      Subserosa mioma uteri bertangkai
Sulit ditemukan dengan tumor ovarium padat
Dengan alat canggih ultrason0ografi, diagnosis banding antara kista ovarium, kehamilan atau subserosa mioma uteri dapat dibedakan dengan jelas.
Bila bidan dalam tugasnya dapat menegakkan tumor dibagian bawah abdomen, segera melakukan konsultasi atau merujuk ke puskesmas atau langsung kedokter ahli kandungan.Tumor ovarium memerlukan tindakan yang spesialistis. Bidan bertugas untuk memerlukan komunokasi, informasi, edukasi, dan motivasi.(KIEM) tentang pemgobatan tumor dengan poengobatan modern dan tindakan operasi.


V.  Patofisiologi Kista ovarium.


 








Penekanan Daerah sekitar
1.Gangguan miksi ( BAK )        1.Hiperminorea(sel granulosa) 1. Perdarahan lokal
2.Gangguan konstipasi(BAB)    2. Aminorea (Arhenoblastoma) 2. Putaran tangkai (nyeri).
3.Udema pada tungkai                                                                3. Infeksi pd tumor
                                                                                                      4. Robek dinding kista



 


PELAKSANAAN PROGRAM TERAPI


 



1. OPERASI                    2. MEDIKAMENTASA                     3. RADIUM
(masalah yg mungkin muncul : Nyeri, Cemas, resiko infeksi,resiko gagalnya terapi, resiko bahaya radiasi)


 


        Mekanisme koping baik                                               Mekanisme koping jelek
 

                    Kooperatif                                                                 Kecemasan
VI. Kemungkinan Diagnosa Yang muncul
1.      Gangguan rasa nyaman ( Nyeri ) berhubungan dengan putaran tangkai tumor/ infeksi pada tumor.
2.      Gangguan rasa nyaman ( cemas ) berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang penyakit dan penatalaksanaannya.
3.      Resiko infeksi daerah operasi berhubungan dengan perawatan luka operasi yg kurang adequat.
4.      Resiko gangguan BAB / BAK berhubungan dengan penekanan daerah sekitar tumor.
5.      kemungkinan masalah yang timbul pada pasien kista ovarii intra op. perdarahan, cemas, syok, hipovolemik, serta nyeri.

VII. Intervensi.
1.      Gangguan rasa nyaman ( cemas ) berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang penyakit dan penatalaksanaannya.
      (Tujuan : Setelah 1 X 24 Jam diberi tindakan asuhan kebidanan gangguan rasa nyaman  (cemas)  berkurang.
a.      Kaji  dan pantau terus tingkat kecemasan klien.
      (R/ mengidentifikasi lingkup masalah secara dini, sebagai pedoman tindakan selanjutnya ).
b.      Berikan penjelasan tentang semua permasalahan yang berkaitan dengan penyakitnya.
      (R/ Informasi yang tepat menambah wawasan klien sehingga klien tahu tentang keadaan dirinya ).
c.       Bina hubungan yang terapeutik dengan klien.
      (R/ Hubungan yang terapeutuk dapat menurunkan tingkat kecemasan klien.



2.      Gangguan rasa nyaman ( Nyeri ) berhubungan dengan putaran tangkai tumor/ infeksi pada tumor.
      (Tujuan: Setelah diberi tindakan asuhan kebidanan selama 24 jam , nyeri berkurang atau hingga sampai hilang sama sekali).
a.      Kaji tingkat dan intensitas nyeri.
      (R/ mengidentifikasi lingkup masalah).
b.      Atur posisi senyaman mungkin.
      (R/ Menurunkan tingkat ketegangan pada daerah nyeri.)
c.       Kolabarasi untuk pemberian terapi analgesik.
      (R/menghilangkan rasa nyeri).
d.      Ajarkan dan lakukan tehnik relaksasi.
      (R/ melancarkan  peredaran darah dan kebutuhan O2 pada nyeri terpenuhi).

3.      Resiko infeksi daerah operasi berhubungan dengan perawatan luka operasi yg kurang memperhatikan kebersihan dan kestrerilan
      (Tujuan : Selama dalam perawatan, infeksi luka operasi tidak terjadi)
a.Pantau dan observasi terus tentang keadaan luka operasinya.
      R/ Deteksi dini tentang terjadinya infeksi yang lebih berat ).
b.Lakukan perawatan luka operasi secara aseptik dan antiseptik.
      (R. menekan sekecil mungkin sumber penularan eksterna ).
c. Kolaborasi dalam pemberian antibiotika.
      (Membunuh mikro organisme secara rasional ).

B.      ASUHAN KEBIDANAN PRE OPERATIF
PENGKAJIAN
Point penting dalam riwayat kebidanan preoperative :
·         Umur
·         Alergi terhadap obat, makanan
·         Pengalaman pembedahan
·         Pengalaman anestesi
·         Tembakau, alcohol, obat-obatan
·         Lingkungan
·         Kemampuan self care
·         Support system

PEMERIKSAAN FISIK
Pengkajian dasar preop dilakukan untuk :
·         Menentukan data dasar.
·         Masalah pengobatan yang tersembunyi.
·         Potensial komplikasi berhubungan dengan anestesi.
·         Potensial komplikasi post op.

Fokus : Riwayat dan sitem tubuh yang mempengaruhi prosedur pembedahan.
System kardiovaskuler
Untuk menentukan kekuatan jantung dan kemampuan untuk mentoleransi pembedahan dan anestesi.
Perubahan jantung à 39 % kematian perioperatif.

Sistem pernapasan
Lansia, smoker, PPOM à resiko atelektasis, kolap jaringan paru.
à Mencegah pertukaran oksigen/CO2
à Intoleransi karena perubahan dalam dada dan paru.
à Regiditas cavum thoraks dan menurunnya ekspansi paru à efisiensi ekskresi paru terhadap anestesi menurun.

Renal system
Abnormal renal fungsi menurunkan rata ekskresi obat dan anestesi
Skopolamin, morphin  à konfusi disorientasi

Muskulussceletal
Defomitas à mempengaruhi posisi intra dan post-operasi
Artritis à menerima posisi à nyeri post-operasi oleh karena immobilisasi
Status Nutrisi
Malnutrisi, obesitas à resiko tinggi pembedahan
Vit. C, vit.B diperlukan untuk penyembuhan luka dan pembentukan fibrin.
Obesitas à wondhiling menurun oleh karena jaringan lemak tinggi

Psikososial asesment
Tujuan : menentukan kemampuan coping
Informasi
Support

Laboratorium
Analisis:
  1. Pengetahuan kurang sehubungan dengan pengalaman pre-op
  2. Kecemasan sehubungan dengan pengalaman pre-op.

Planning :
Pengetahuan kurang ( knowledge defisite )
Tujuan : Klien mengatakan dan mematuhi prosedur pre-op
              Mendemostrasikan teknik untuk mencegah komplikasi post-op
Intervensi
Fokus               : Edukasi pre-operasi
Informasi         : Informed consent, pembatasan diit, pre-operatip preparation, post-op exersice.

Informed Consent :
·         Alasan pembedahan
·         Pilhan dan resikonya
·         Resiko pembedahan
·         Resiko anestesi

Pembatasan diit à NPO (nothing per oral )à 6 – 8 jam sebelum pembedahan GI (gastro intestinal ) preparasi :
·         Mencegah perlukaan colon
·         Melihat jelas area
·         Mengurangi bacteri intestina
Skin preparasi
Tube, drain, I V line

Post – op  exercise :
·         Diaphragmatic breating
·         Incestive spirometri
·         Cougling and spinting the surgical wound
·         Turning and leg exercise
Kecemasan :
Tujuan : kecemasan klien menurun , menunjukkan relaksasi saat istirahat
Intervensi :
·         Preoperatip teaching
·         Comunikatif



DAFTAR PUSTAKA

Wiknjosastro, Hanifa. 2008. Ilmu Kandungan. Jakarta: Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Sarwono P. ( 1999). Ilmu Kandungan, Yayasan bina pustaka, edisi 2, Jakarta.
Mansjoer, Arif.1999. Kapita Selekta Kedokteran Edisi 3. Jakarta; Media Aesculapius. FKUI
Mohtar Rustam. 1999. Sinopsis Obstetris, Obstetri Fisiologis, Obstetri Patologi Edisi 2. Jakarta; EGC.
Prawirto Hardjo, Sarwono. 1997. Ilmu Kandungan Edisi 2. Jakarta; Yayasan Bina Pustaka.
http://hasgurstika.blogspot.com/2011/02/askep-kista-ovarium.html
http://healthreference-ilham.blogspot.com/2008/07/kondas-kista ovarium.html





No comments:

Post a Comment