Wednesday, 28 November 2012

NUKLEUS


BAB I
PEMBAHASAN
A.    LATAR BELAKANG
Inti sel atau nukleus adalah organel yang ditemukan pada sel eukariotik. Organel ini mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan bentuk molekul DNA linear panjang yang membentuk kromosom bersama dengan beragam jenis protein seperti histon. Gen di dalam kromosom-kromosom inilah yang membentuk genom inti sel.
Fungsi utama nukleus adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen. Selain itu, nukleus juga berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis ribosom, tempat terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan dan dimana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri.
Nukleus adalah organel pertama yang ditemukan, yang pertama kali dideskripsikan oleh Franz Bauer pada 1802 dan dijabarkan lebih terperinci oleh ahli botani Skotlandia, Robert Brown, pada tahun 1831. Pada satu sel umumnya ditemukan hanya satu nukleus. Namun demikian, beberapa jaringan tertentu, atau beberapa spesies tertentu memiliki lebih daripada satu nukleus. Inti-inti dalam sel multinuklei ini dapat memiliki peran yang saling mengganti atau saling mengkhususkan diri. Pada Paramecium, terdapat dua inti sel: makronukleus (inti besar) dan mikronukleus (inti kecil). Makronukleus menjamin keberlangsungan hidup, sedangkan mikronukleus bertanggung jawab terhadap reproduksi.
Elemen struktural utama nukleus adalah membran inti, suatu membran ganda fosfolipid yang membungkus keseluruhan organel dan memisahkan bagian inti dengan sitoplasma sel, serta lamina inti, suatu struktur dalam nukleus yang memberi dukungan mekanis seperti sitoskeleton yang menyokong sel secara keseluruhan. Secara garis besar, membran inti terdiri atas tiga bagian, yaitu membran luar, ruang perinuklear, dan membran dalam. Membran luar dari nukleus berkesinambungan dengan retikulum endoplasma (RE) kasar dan bertaburan dengan ribosom. Sifat membran inti yang tak permeabel terhadap sebagian besar molekul membuat nukleus memerlukan pori inti agar molekul dapat bergerak melintasi membran. Pori nukleus bagaikan terowongan yang terletak pada membran nukleus yang berfungsi menghubungkan nukleoplasma dengan sitosol.
Fungsi utama dari pori nukleus adalah untuk sarana pertukaran molekul antara nukleus dengan sitoplasma. Molekul yang keluar, kebanyakan mRNA, digunakan untuk sintesis protein. Pori nukleus tersusun atas 4 subunit, yaitu subunit kolom, subunit anular, subunit lumenal, dan subunit ring. Subunit kolom berfungsi dalam pembentukan dinding pori nukleus, subunit anular berguna untuk membentuk spoke yang mengarah menuju tengah dari pori nukleus, subunit lumenal mengandung protein transmembran yang menempelkan kompleks pori nukleus pada membran nukleus, sedangkan subunit ring berfungsi untuk membentuk permukaan sitosolik (berhadapan dengan sitoplasma) dan nuklear (berhadapan dengan nukleoplasma) dari kompleks pori nukleus.
Meskipun bagian dalam nukleus tidak mengandung badan yang dibatasi oleh membran, isi nukleus tidak seragam dan memiliki beberapa badan subnukleus yang terbentuk dari protein-protein unik, molekul RNA, serta gugus DNA. Contoh utama dari badan subnukleus adalah nukleolus, yang terutama terlibat dalam pembentukan ribosom. Setelah diproduksi oleh nukleolus, ribosom diekspor ke sitoplasma untuk menjalankan fungsi translasi mRNA.
B.    TUJUAN
1.      Tujuan Umum
                  Untuk mengetahui pengertian dan hal-hal yang berkaitan dengan nukleus beserta fungsi-fungsi dari nukleus itu sendiri.
2.      Tujuan Khusus
a.       Mengetahui Pengertian Nukleus
b.      Mengetahui Struktur Nukleus
c.       Mengetahui Fungsi Utama Nukleus
d.      Mengetahui Bagian-Bagian Dari Nukleus


BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN NUKLEUS
Nukleus sering kita kenal dengan nama inti sel. Nukleus pertama kali dikenalkan oleh Brown pada tahun 1831 yang mengamati sel-sel tumbuhan. Struktur nucleus sel tumbuhan (eukariot) mempunyai inti sel yang jelas ketika diamati, karena bahan-bahan inti yang ada di dalam nucleus dibatasi oleh membran inti (karyotheca), yaitu struktur membran phospolipid bilayer mirip dengan struktur membran plasma.
Nukleus memiliki peran yang sangat vital dalam kehidupan sebuah sel. Peranan nucleus dalam hal ini adalah untuk mengatur dan mengontrol segala aktifitas kehidupan sel serta membawa informasi genetik yang diturunkan ke generasi berikutnya. Informasi genetik ini disimpan dalam suatu molekul polinukleutida yang disebut DNA (Deoxyribonucleic acid). DNA pada umumnya tersebar di dalam nucleus sebagai matriks seperti benang yang disebut kromatin. Ketika sel akan memulai membelah, kromatin akan berkondensasi membentuk struktur yang lebih padat dan memendek yang selanjutnya disebut kromosom. Kromosom tersusun atas molekul DNA dan protein histon. Struktur di dalam nucleus yang merupakan tempat berkonsentrasinya molekul DNA adalah nucleolus (anak inti.). Nucleolus berperan sebagai tempat terjadinya sintesis molekul RNA (Ribonucleic acid) dan ribosom. RNA merupakan hasil salinan DNA yang akan ditransfer ke sitoplasma untuk diterjemahkan menjadi rantai asam amino yang disebut protein.
Struktur Nukleus (Sumber: becomehealthynow.com)
Struktur Nukleus
Nukleus merupakan manajer sel. Gen di dalam nukleus menyimpan informasi yang penting untuk mensintesis protein. Nukleus merupakan organel terbesar dalam sel dan mengandung DNA. Nukleus dibatasi oleh membran ganda yang disebut selubung nuklear atau nuclear envelope.
B.    STRUKTUR NUCLEUS
o    Mengandung kromatin
o    Mengandung nucleolus
o    Selaput inti ini membatasi nukleus dari sitoplasma
o    Struktur selaput inti sama dengan membran plasma
o    nucenv1Selaput inti tidak massive, tapi berpori dengan diameter per pori sekitar 100 nm
                                                                          http://cellbio.utmb.edu/cellbio/nucpore6.jpg
o    Fungsi pori pada selaput inti adalah untuk mengatur keluar masuknya makromolekul dan partikel tertentu yang berukuran besar
o    Bagian selaput inti yang menghadap kearah dalam dilapisi oleh ‘nuclear lamina’.
o    Nuclear lamina merupakan struktur yang menyerupai jaringan yang terdiri dari filament protein dan berfungsi untuk mempertahankan bentuk nukleus.
o    Hampir semua gen yang mengatur sel terdapat di dalam nukleus.
o    Diameter nukleus rata-rata adalah 5 µm.
                      nuclear
C.    FUNGSI UTAMA NUKLEUS 
o   Mengotrol sintesa protein di dalam sitoplasma 
o   Sebagai template RNA 
o   Tiga tipe RNA yang dikode (rRNA, tRNA, mRNA) 
o   Sekali berada di sitoplasma, mRNA akan menempel pada ribosom 
o   Ribosom merupakan tempat dimana pesan yang dibawa mRNA ditranslasi menjadi protein
o   Gen-gen suatu sel terdapat disepanjang DNA
o   Di dalam inti, DNA berasosiasi dengan protein (disebut dengan kromatin)
o   Pada saat sel melakukan persiapan pembelahan, kromatin tampak lebih padat dan cukup tebal dan tampak sebagai struktur yang terpisah (disebut kromosom).
o   Jumlah kromosom bervariasi diantara species eukaryotes
o   Sebagai contoh, manusia memiliki 46 kromosom
Nuclear
envelope
 
             
D.    ORGANISASI NUKLEUS
               
         Organisasi komponen nucleus, Struktur kromosom :
1.      Heterokromatin : sangat mampat/sangat padat, tidak aktif mentranskripsi,terdapat pada sel-sel interfase.
2.      Eukromatin- mampat/padat dan distribusi seluruh nukleus aktif transkripsi.
         Kromosom menempati teritori tertentu :
o   Yang aktif transkripsi, pada periferi
o   Yang tidak ditranskripsi, dekat pusat
o   Protein pada heterokromatin berikatan pada lamin
o   Nukleolus (‘nukleus kecil’) adalah struktur reticular fibrogranular di dalam nukleus yang terspesialisasi untuk transkripsi ribosomal RNA dan pengepakannya ke dalam subunit pre-ribosomal.
o   Gen untuk ribosomal RNA teramplifikasi dan berlokasi pada nucleolar organizer regions (NOR).
o    Gen rDNA terkonsentrasi dalam fibrillar centers (fc) yang membentuk nukleolus.
o   Transkripsi rRNA secara masif diilustrasikan dengan struktur “Christmas tree” yang terdiri dari utas rRNP berulang yang tumbuh sepanjang unit traskripsi rDNA.    
      Ribosom :
o   Merupakan tempat asembling protein
o   Jumlahnya didalam sel berhubungan dengan laju sintesa protein
o   Ini merupakan suatu contoh struktur sel yang disesuaikan dengan fungsi


Nucleolar Organizing Regions
         Transkripsi 45S pre-RNA diperlukan untuk membentuk nukleoli
          rRNA ditranskripsi oleh RNA polymerase I
          Setelah pembelahan sel , nukleolus berasosiasi dengan gen rRNA untuk menghasilkan 45S
          45S mengarahkan fusi badan pre-nucleolar menjadi nukleolus
          Ukuran nukleolus tergantung pada aktivitas metabolik sel
     
        er  
      Ringkasan sintesis protein pada prokariot dan eukariot
         protein synthesis
E.    BAGIAN-BAGIAN DARI NUKLEUS
1.      Nukleolus (anak inti), berfungsi mensintesis berbagai macam molekul  RNA (asam ribonukleat) yang digunakan dalam perakitan ribosom. Molekul RNA yang     disintesis dilewatkan melalui pori nukleus ke sitoplasma, kemudian semuanya bergabung membentuk ribosom. Nukleolus berentuk seperti bola, dan memalui mikroskop elektron nukleolus ini tampak sebagai suatu massa yang terdiri dari butiran dan serabut berwarna pekat yang menempel pada bagian kromatin.
2.      Nukleoplasma (cairan inti) merupakan zat yang tersusun dari protein.
3.      Butiran kromatin, yang terdapat di dalam nukleoplasma. Tampak jelas pada saat        sel tidak membelah. Pada saat sel membelah butiran kromatin menebal menjadi struktur seperti benang yang disebut kromosom. Kromosom mengandung DNA (asam dioksiribonukleat) yang berfungsi menyampaikan informasi genetik melalui sintesis protein.


F.     MEMBRAN INTI
Membrane inti atau selubung inti merupakan struktur pembatas materi inti sel dengan sitoplasma. Struktur membran inti saat diamati di bawah mikroskop electron tampak sebagai dua lapisan membran yang masing-masing dipisahkan oleh celah sebesar 20-30 nm. Struktur membran inti juga dilengkapi dengan lubang-lubang yang disebut porus nuclearis, yaitu lubang pada selubung inti yang menghubungkan nucleolus dengan sitoplasma. Sel melalui lubang-lubang ini dapat mentransfer substansi sel yang berada di dalam nukleus ke luar nucleus (sitoplasma). Substansi sel yang ditransfer ke luar sel adalah molekul RNA yang berkaitan erat dengan sintesis protein di sitoplasma. Sintesis protein dilakukan di luar inti sel (sitoplasma), tepatnya sintesis terjadi di salah satu organel yang ada di sitoplasma, yaitu ribosom.
Struktur Membran Inti (sumber: micro.magnet.fsu.edu)
Struktur Membran Inti
Struktur Pori Nuklues (Sumber: micro.magnet.fsu.edu)
Struktur Pori Nuklues
G.    NUKLEOLUS
Struktur nucleolus (anak inti) akan terlihat di bawah pengamatan mikroskop electron sebagai sebuah atau lebih bangunan basofil yang berukuran lebih besar daripada ukuran butir-butir kromatin. Nukleolus merupakan tempat berlangsungnya transkripsi gen yang dari proses tersebut didapatkan molekul rRNA. rRNA adalah salah satu jenis RNA yang merupakan materi penyusun ribosom. Molekul rRNA yang baru terbentuk segera dikemas bersama protein ribosom untuk dikeluarkan dari inti sel. Transkripsi molekul rRNA di dalam nucleolus menjamin terbentuknya molekul ribosom yang ada di dalam sitoplasma. Untuk kebutuhan tersebut, maka di dalam anak inti terdapat sejumlah potongan-potongan DNA (rDNA) yang ditranskripsi menjadi rRNA secara berulang-ulang dan berjalan sangat cepat dengan bantuan enzim RNA polymerase I. Potongan-potongan DNA tersebut dinamakan nucleolar organizer. Kandungan RNA dalam anak inti jika dibandingkan dengan bagian lain dari inti sel adalah tidak tetap, yaitu diperkirakan 5%-20%.
Nukleolus (Sumber: ibiblio.org)
Nukleolus
H.    KROMATIN DAN KROMOSOM
Kromatin pada saat interfase tampak sebagai butir-butir yang tersebar pada seluruh inti tanpa adanya benang-benang kromosom. Namun sebaliknya, jika inti sel sedang bermitosis buti-butir kromatin tidak terlihat dan akan tampak benang-benang kromosom. Istilah kromosom diperuntukan bagi kromatin yang membentuk gambaran sebagai batang-batang halus saat pembelahan sel. Kromosom tersusun atas molekul DNA (16%), RNA (12%) dan nucleoprotein (72%). Nukleoprotein sendiri tersusun atas berbagai jenis protein, yaitu protamin, histon, nonhiston dan berbagai enzim di antaranya polymerase DNA dan RNA. Struktur kromosom, yaitu.
1.      Heterokromatin, sangat mampat/sangat padat, tidak aktif mentranskripsi, terdapat pada sel-sel interfase.
2.      Eukromatin- mampat/padat dan distribusi seluruh nukleus aktif transkripsi.
 Kromosom menempati teritori tertentu : yang aktif transkripsi, pada periferi, yang tidak ditranskripsi, dekat pusat, protein pada heterokromatin berikatan pada lamin. Nukleolus (‘nukleus kecil’) adalah struktur reticular fibrogranular di dalam nukleus yang terspesialisasi untuk transkripsi ribosomal RNA dan pengepakannya ke dalam subunit pre-ribosomal.
o   Gen untuk ribosomal RNA teramplifikasi dan berlokasi pada nucleolar organizer regions (NOR).
o   Gen rDNA terkonsentrasi dalam fibrillar centers (fc) yang membentuk nukleolus.
o   Transkripsi rRNA secara masif diilustrasikan dengan struktur “Christmas tree” yang terdiri dari utas rRNP berulang yang tumbuh sepanjang unit traskripsi rDNA.
Kromatin dan Kromosom (sumber: micro.magnet.fsu.edu)
Kromatin dan Kromosom

Kromatin, Kromosom dan DNA

I. DNA
Molekul DNA dikenal sebagai materi genetik yang menyimpan semua informasi penting tentang segala aktivitas sel yang harus dilakukan melangsungkan sebuah kehidupan. DNA atau Deoxyribonucleic acid diibaratkan sebagai perpustakaan besar yang didalamnya terdapat buku-buku penting (gen) dan tersimpan rapi di dalam inti sel. Molekul DNA memiliki struktur berupa dua untai polinukleutida (double strand) yang masing-masing untai polinukleutida tersusun atas rangkain nukleutida dalam bentuk deoksiribonukleutida. Setiap molekul nukleutida terdiri atas tiga gugus, yaitu gugus gula pentosa dalam bentuk deoksibosa, gugus fosfat dan gugus basa nitrogen.

Struktur Untai Ganda DNA (sumber: sinauislam)
Struktur Untai Ganda DNA

Struktur DNA (Sumber:library.thinkquest.org )
Struktur DNA (Sumber:

BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Inti sel atau nukleus adalah organel yang ditemukan pada sel eukariotik. Fungsi utama nukleus adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen. Selain itu, nukleus juga berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis ribosom, tempat terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan dan di mana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri.
Elemen struktural utama nukleus adalah membran inti, suatu membran ganda fosfolipid yang membungkus keseluruhan organel dan memisahkan bagian inti dengan sitoplasma sel, serta lamina inti, suatu struktur dalam nukleus yang memberi dukungan mekanis seperti sitoskeleton yang menyokong sel secara keseluruhan. Secara garis besar, membran inti terdiri atas tiga bagian, yaitu membran luar, ruang perinuklear, dan membran dalam.

B.    SARAN
Dengan telah terselesaikannya makalah mengenai ”Nukleus” ini kami mengharapkan makalah ini berguna bagi pihak pemakalah dan pembaca, namun tiada sesuatu yang sempurna maka kami harapkan dari pihak manapun untuk memberi kritik dan saran yang membangun.

No comments:

Post a Comment