Monday, 3 December 2012

Pertolongan Pertama pada Pilek

Pertolongan Pertama pada Pilek : Pertolongan Pertama pada PilekBila cuaca sudah tidak menentu, biasanya tubuh akan menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit, terutama pilek. Terlebih lagi jika Anda memiliki aktivitas yang padat. Berbagai faktor seperti kelelahan, stres, dan virus menjadi faktor yang paling sering menimbulkan infeksi pada tenggorokan dan hidung yang mengakibatkan munculnya gejala pilek seperti hidung mampet, tenggorokan serak dan kepala terasa pusing.
Bila Anda sakit, tentunya segala kegiatan Anda akan terganggu. Jadwal yang sudah Anda buat bisa jadi berantakan. Kalaupun bisa Anda laksanakan, Anda harus menahan derita karena sedang terserang pilek. Untuk menghindarinya, Anda bisa memanfaatkan beberapa hal sederhana untuk mengembalikan vitalitas tubuh. Salah satunya adalah memanfaatkan waktu libur Anda. Ketika Anda terserang pilek, usahakan Anda tinggal di rumah dan beristirahat, sebab bekerja hanya akan menambah parah penyakit pilek yang tengah Anda derita. Lagipula, pilek merupakan salah satu penyakit yang paling mudah menular. Jika Anda diam di rumah dan beristirahat, maka Anda sudah membatasi penyebaran virusnya.
Setelah Anda bisa menyediakan waktu untuk tinggal di rumah, maka selanjutnya adalah benar-benar memanfaatkan waktu istirahat Anda untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, supaya tubuh mendapatkan energi baru. Ini dimaksudkan untuk menebus kerja tubuh yang selama ini berlebih.
Yang perlu diingat ketika Anda beristirahat, jangan menyentuh makanan yang mengandung gula seperti kue, es krim dan lainnya. Sebab, kandungan gula darah Anda bisa meningkat dan itu akan menurunkan daya tahan tubuh Anda terhadap infeksi. Lebih baik Anda mengonsumsi buah-buahan, sari buah atau jus.
Hal yang penting untuk Anda lakukan adalah memperbanyak minum air putih. Jika dalam kondisi normal Anda disarankan mengonsumsi 6 hingga 8 gelas, maka ketika Anda terserang pilek, disarankan untuk minum air putih hingga 10 gelas. Ini dimaksudkan untuk menetralkan virus dari tubuh Anda, mengeluarkannya dalam bentuk keringat dan air seni.
Pilek memiliki tahapan gejala yaitu sakit pada tenggorokan, kepala dan dada. Namun tahapan tersebut tidak selalu berurutan. Bisa saja Anda terkena sakit pada bagian kepala lebih dulu, atau bagian tenggorokan.
Jika sakit yang Anda rasakan lebih dulu terasa pada tenggorokan, maka Anda dapat mencoba mencegahnya dengan berkumur menggunakan larutan garam panas. Caranya, siapkan segelas air bersuhu sekitar 80 derajat Celcius, kemudian campurkan dengan setengah sendok garam. Aduk hingga rata, lalu berkumurlah menggunakan larutan tersebut selama lima menit. Setelah berkumur, Anda disarankan untuk tidak meminum air dingin. Lakukan tiga kali sehari. Jika Anda sudah berkumur dengan larutan garam, selanjutnya siapkan handuk yang dibasahi dengan air dingin, kemudian lilitkan pada leher Anda seperti saat mengompres kepala.
Jika pilek yang Anda derita berawal dari sakit kepala yang tak tertahankan, yang pertama kali sebaiknya Anda lakukan adalah merendam kaki ke dalam air panas. Dengan begitu, darah akan mengalir lancar ke kepala sehingga bisa menghilangkan rasa sesak yang Anda derita.
Selain itu, cara lain yang dapat Anda lakukan adalah menghirup uap panas. Panaskan air di dalam sebuah panci. Setelah mendidih, hirup uap panas menggunakan koran atau karton yang digulung membentuk pipa. Dengan menghirup uap panas, hidung yang tersumbat akan hilang. Lakukan cara ini setelah Anda merendam kaki.
Jika Anda kurang beruntung karena terkena gejala pilek berupa sakit dada disertai batuk dan demam, maka yang perlu Anda lakukan adalah menghangatkan dada Anda. Caranya, basahi kain dengan air panas, kemudian letakkan di dada Anda dan ditutup dengan handuk. Biarkan hingga panas pada kain hilang. Jika perlu, lakukan tiga kali sebelum tidur. Setelahnya, disarankan Anda segera beristirahat.
Semoga tips sederhana ini bisa membantu Anda untuk menanggulangi gejala pilek, ya, Ladies! Jangan sepelekan sakit yang Anda rasakan, jika setelah seminggu Anda tak kunjung sembuh sebaiknya segera hubungi dokter. :)

No comments:

Post a Comment