Lactate dehydrogenase (LDH) terdapat pada
semua sel tubuh, dengan konsentrasi yang bervariasi sekitar 1.500 sampai
5.000 kali lebih tinggi daripada di darah. Sehingga kebocoran ensim
dari jaringan yang rusak dapat meningkatkan kadar LDH dalam darah.
Berbagai jaringan memiliki komposisi isoensim LDH yang berbeda, yaitu:
- LDH1 : jantung, eritrosit
- LDH2 : RES
- LDH3 : paru dan jaringan lainnya
- LDH4 : ginjal, plasenta, pankreas
- LDH5 : hati dan otot
Hemolisis invivo akibat keadan seperti
anemia hemolitik, anemia sel sabit, anemia megaloblastik, anemia
hemolitik mikroangiopati dan kerusakan mekanis pada eritrosit akibat
katup jantung prostetik akan menyebabkan peningkatan kadar LDH, dengan
LDH1 lebih besar daripada LDH2
LDH3 berhubungan dengan penyakit
paru. Selain itu, LDH2, LDH3, dan LDH4 sering meningkat pada pasien
dengan keganasan dan beban tumor yang besar karena metabolisme dan
pertukaran sel tumor, kecuali pada tumor germinativum testis dan ovarium
yang cenderung menyebabkan peningkatan LDH1 dan LDH2. Peningkatan LDH
tersendiri yang terdeteksi pada pemeriksan penyaring perlu dilakukan
pemeriksaan terhadap kemungkinan keganasan tersamar.
LDH5 keluar
dari otot rangka setelah cedera (tetanus, kejang, cedera mekanis, cedera
listrik, dsb) dan dari hati pada banyak patologi hati (hepatitis,
sirosis, kongesti pasif, dsb). Untuk membedakan sumber peningkatan LDH5
dari otot rangka atau hati, informasi polaenzim lain sangat bermanfat
(misal CK, aminotransferase, ALP, GGT).
Penyakit multisistem
dapat menyebabkan peningkatan aktifitas LDH total disertai distribusi
normal isoenzim. Aktifitas LDH dalam cairan pleura bermanfaat untuk
membedakan transudat (ketidakseimbangan hidrostatik dengan LDH rendah)
dari eksudat (berasal dari peradangan dengan banyak sel dan LDH tinggi).
Bisa kita lihat bahwa LDH terdapat pada semua jaringan, sehingga
peningkatan kadar LDH dalam darah bisa disebabkan oleh berbagai
penyakit, seperti serangan jantung, hepatitis, hemolisis, gagal ginjal,
penyakit paru dan otot. Jadi perlu diingat bahwa pemeriksaan LDH ini
merupakan tes yang sensitif, tapi tidak spesifik karena dapat meningkat
pada berbagai kondisi.
Nilai normal: 110-210 IU/L
Keadaan yang mempengaruhi aktifitas LDH :
PENINGKATAN MENCOLOK
(5 kali normal atau lebih) : anemia megaloblastik, karsinomastosis
luas, syok septik dan hipoksia, hepatitis, infark ginjal, purpura
trombositopenik trombositik.
PENINGKATAN SEDANG
(3-5 kali normal) : infark miokardium, infark paru, keadan hemolitik,
leukemia, mononukleosis infeksiosa, delirium tremens, distrofi otot.
PENINGKATAN RINGAN (sampai 3 kali normal atau lebih) : sebagian besar penyakit hati, sindrom nefrotik, hipotiroidisme, kolangitis.
Beberapa jenis narkotika dapat meingkatkan aktifitas LDH, yaitu kodein, morfin, meperidin (Demerol).